Homestay Gurusina

UNTUK RESERVASI, TOLONG HUBUNGI 

Kontak: Ibu Rely

Telepon:  0823-4205-3023

Alamat: Gurusinna, Bajawa, Ngada

Harga Kamar: IDR 100.000 per orang, per malam (termasuk sarapan)

TRANSPORTASI

Gurusina dapat diakses dari Bajawa dengan menggunakan mobil, sepeda motor, atau transportasi umum dalam waktu satu sampai dua jam. Ikuti rambu manuju Bena dan berkendra kurang lebih 25km sampai Anda melihat tanda besar yang menandai Gurusina.

Bajawa-Gurusina (1-1.5 jam): keberangkatan sekitar jam  12:00 siang

Gurusina – Bajawa (1-1.5 jam): keberangkatan setiap hari antara pukul 06:00 dan pukul 07:00 pagi

  • Harga: Rp.15.000 per perjalanan/orang

DESA

Gurusina adalah salah satu dari sekian desa tradisional di kecamatan Ngada, Flores Tengah. Desa ini terletak di lembah Jerebuu, dibawah kaki gunung Inerie, sekitar 25 km arah selatan kota Bajawa. Gurusina terdiri dari 33 rumah-rumah beratap jerami tinggi yang terletak di sekitar empat-lapis area bertingkat, dengan berbagai simbol budaya Ngada yang tersebar disekitarnya seperti desa-desa tradisional tetangga lainnya termasuk, Bena, Tololela, Bela dan Luba. Lanskap sekitarnya dicirikan oleh puncak gunung berapi, hutan lebat, lahan pertanian dan tebing gunung yang curam. Pengunjung tertarik ke wilayah ini oleh kombinasi kesempatan untuk dapat melakukan trekking serta warisan budaya yang kuat.

AKOMODASI

Empat belas keluarga telah bergabung dengan jarnigan homestay, rumah-rumah mereka menyediakan ruang tamu terbuk yang nyaman yang meliputi kasur, kelambu, dan tirai untuk privasi. Fasilitas kamar mandi, terletak di belakang rumah yang terdiri dari toilet jongkok tradisional dan ember untuk mandi. Listrik disediakan di desa untuk sebagain besar hari.

MAKANAN

Sarapan sudah termasuk dalam Hara penginapan anda. Makanan tambahan dapat dibeli sebesar Rp. 25.000 per porsi makanan. Anda juga dapat membantu dalam mentiapkan makanan Anda dengan host Anda! 


VILLAGE ACTIVITIES

  • Tenun Ikat – datanag menonton prempuan Mora Walt, kelompok prempuan Gurusina, menenun selendang tradisional dan sarong setiep Sabtu sore.
  • Hal lain untuk didatangi! Orang-orang Gurusina berkerja keras untuk menciptakankegiatan baru bagi pengunjung mereka di masa yang akan datang.

SUVENIR

  • Sarung tenun tradisional dan Syal
  • Hal lain untuk didatangi! Orang-orang Gurusina bekerja memproduksi berbagai souvenir unik yang berbeda-beda dari desa tradisional disekitarnya

UPACARA TRADISIONAL

  • Pesta Rumah Adat: tanggal berubah-ubah
  • Hari kemerdekaan: 17 Augustus
  • New Years:  1-4 Januarai

Semua upacara termasuk tari, pakaian, music dan  nyanyian tradisional. Harus dicatat bahwa banyak upacara yang termasuk mengorbankan kerbau dan babi itu tidaklah mengenakan hati. Jika kamu tidak mau melihat ini, kami merekomendasikan untuk pindah ke bagian lain dari desa.




TEMPAT WISATA

Air Panas Malanage

Air panas Malanage adalah air panas alami yang berlokasi sekitar 3.5 km Dari desa Gurusina, air yang mengalir dari mata air ini mencapai hingga 80oC, dan dikatakan cukup panas untuk merebus telur. Selain dari suhu yang panas, masih mungkin juga untuk masuk ke air sungai dimana perbatasan Antara sungai yang mengandung air dingin. Air panas Malanage adalah kolam yang unik, dan terbentuk secara alamiah tanpa campur tangan manusia. Di akhir sore, ada tempat yang sangat bagus dimana para penduduk local mandi dan bersosialisasi di air hangat. Air panas ini bisa diakses dengan jalan kaki, motor pribadi, ojek atau mobil. Pengunjung yang bepergian dengan menggunakan motor pribadi harus mengemudi dengan hati-hati karena kebanyakan jalanan masih belum di aspal.

Arah: dari Gurusina, kembali ke jalan utama yang menuju ke Bajawa, dari sana belok kanan, jauh dari Bajawa, dan lanjut sampai anda mencapai akhir jalan. Ambil jalan setapak ke kiri, ikuti jalan ini sampai anda melewati 2 jembatan, setelah jembatan kedua, pintu masuk berada di sis kiri jalan, ada juga harus berjalan sedikit melewati lapangan milik orang-orang sebelum mencapai air panas, dan tidak ada biaya masuk.

Pantai Pasir Putih

Desa pesisir kecil Wae Bela menawarkan pantai pasir putih terdekat dengan Gurusina. Pantai ini memiliki pemandangan yang indah akan bibir pantai yang berbatu dan segaris dengan hutan yang rimbun. Karena lokasinya yang terisolasi dan tidak ada jalan beraspal, pantai ini jarang sekali didatangi oleh turis dan ini sangat tidak biasa dan menjadi hanya satu-satunya pantai yang seperti ini. Yang lebih kecil, pantai yang lebih ramai berlokasi di sebelah kiri dari pantai utama, di Antara pegunungan berbatu, saat ombak kecil anda dapat berjalan ke arah kolam dangkal dan melihat berbagai kehidupan laut. Omnbak tinggi dan dasar laut yang berbatu tidak membuat pantai ini ideal untuk berenang atau snorkeling tetapi pantai putih ini sangat layak dikunjungi.

Arah: Dari Gurusina, ambil jalan utama di Gurusina dan pergi kea rah gunugn mengikuti rute ke Bajawa. Ikuti jalan ini selama kurang lebih 40 menit hingga anda mencapai monument batu yang terletak di tengah jalan. Dari sana ambil jalan ke kiri ke Wae Bela. Ikuti jaan ini mengikuti pantai hingga anda melihat tanda kecil di bagian kiri jalan dengan tanda panah berwarna biru yang mengarah ke samudera. Parker disini dan ikuti jalan setapak ke bawah ke arah pantai. Jarak mengemudi kemanapun sekitar 60-90 menit, tergantung transportasi dan skill para pengemudi. Hati –hati saat berkendara di lokasi ini karena banyak sekali jalan yang belum di aspal. Kemudian kembali ke Gurusina saat malam, ini sangat disarankan untuk anda tidak pergi lebih dari puku 4.30 atau 5 sore , saat terbenam matahari 

Gua Lialoga

Gua Lialoga adalah gua yang terowongan, berlokasi di Antara pantai berbatu hingga rute pantai pasir putih, kira-kira 1 km dari Wae Bela.  Gua terowongan sepanjang 20 meter ini menghubungkan bagian tebing di dekat laut dan menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dari garis pantai Wae Bela. Saat ini tidak ada tanda yang mengindikasikan lokasi dari gua Lialoga, oleh Karena itu sangat penting untuk menanyakannya pada para warga lokal.

 

Gunung Inerie

Gunung Inerie merupakan gunung berapi aktif yang dapat dilihat dari berbagai lokasi di seluruh wilayah. Jejak populer ini dimulai di desa Watumeze dimana diperlukan untuk naik lagi  sekitar 1.000 m untuk mencapai puncak (2,245m)di sepanjang kawah gunung berapi. Puncaknya, ditandai oleh tiga salib yang terbuat dari logam, memungkinkan pemandangan 360˚ dimana jarak pandang sangat memungkinkan Anda untuk dapat melihat kota Bajawa, desa di lembah di bawah, asap yang dipancarkan dari gunung berapi lain di dekatnya dan akhirnya ke Samudera.

Pendakian memakan waktu dua sampai empat jam tergantung pada kemampuan dan perlengkapan para pendaki dan pendakian harus dimulai di pagi hari, sekitar 5:30 atau 6:00, karena intensitas matahari di siang hari nantinya.Bagian pertama dari pendakian membawa Anda melalui kaki bukit berumput dan kawah berbentuk kerucut curam gunung berapi. Pendakian ini direkomendasikan untuk pendaki yang berpengalaman dan dalam kondisi fisik yang baik. Di bagian bawah jejak ditutupi batu-batu kecil dan di yang lebih gunung berapi yang lebih licin.

Kondisi ini meningkatkan kesulitan secara dramatis, membuat pendaki pada umumnya tergelincir. Harus sangat berhati-hati saat di turunan, karena lapisan tanah dan batu  dapat menyebabkan tiga sampai empat jam waktu tempuh kemana pun, sekali lagi, tergantung pada kemampuan dan peralatan pendaki ini. Kesulitan  membutuhkan pendaki untuk membawa banyak makanan ringan dan air, Alat untuk mendaki yang direkomendasikan meliputi sarung tangan, tongkat daki, sepatu hiking yang kokoh dan lapisan hangat untuk di puncak. Pendakian dapat diselesaikan tanpa panduan, karena mayoritas jalan mudah diikuti. Namun, trailhead di Watumeze tidak bertanda, sehingga sangat sulit untuk ditemukan. Atau,pemandu lokal dapat ditemui di Watumeze.

Informasi Kontak Pemandu Lokal:

  • Nama: Servas
  • Nomor Telepon: 0853-4971-3547
  • Harga: 100,000 per orang atua 400,000 untuk grip belima

Arah: dari Gurusina, ambil jalan utama kearah utara melewati Bajawa sekitar 15 km sampai anda mencapai Watumeze. Tanda bertuliskan “Guide of Mount Inerie” akan mengindikasikan bahwa anda telah mencapai pedesaan dimana disana tidak ada tanda masuk menuju pedesaan. Dari bajawa, ambil jalan utama di sebelah selatan dan ikuti tanda ke Bena, berkendara sekitar 15 km ke desa Watumeze

.

Sungai Wae Koko

Sungai Wae Koko berlokasi disepanjang rute ke Pantai Pasir di Wae Bea dan menawarkan pemandangan yang luar biasa atas gunung Inerie, hulu sungai ini menawarkan spot yang sangat baik untuk picnic dan air yang dingin, arus yang tidak terlalu kuat membuatnya ideal untuk berenang dan bersantai.

Arah: Dari Gurusina, ambil jalan utama di Gurusina dan menjauh dari rute ke gunung ke arah Bajawa. Ikuti jalan ini sekitar 30 menit sampai anda melihat aliran sungai disekitar sisi sungai. Ada beberapa titik dimana memungkinkan untuk memasuki sungai namun yang paling mudah melaui jembatan inegara, meskipun tempat ini terletak di desa yang kecil oleh karena itu tidak terlalu private dari titik lainnya.

 


KODE ETIK

  • Pengunjung harus mendaftar di buku tamu desa pada saat kedatangan dan dapat menyumbang dana desa komunal.
  • Pengunjung tidak diperkenankan berdiri di bawah bangunan berbentuk tiga payung struktur (Ngadhu) yang terletak di tingkat atas desa, tidak diperbolehkan untuk menginjak kompleks megalitikum (saan) yang terletak di seluruh desa dan tidak diperbolehkan untuk memasuki tiga rumah kecil (Bhaga) yang terletak di bagian bawah desa. Ini adalah situs-situs keramat bagi penduduk lokal dimana mereka menunjukkan penghormatan kepada leluhur mereka.
  • Pengunjung harus meminta izin pemilik rumah untuk memasuki rumah-rumah tradisional. Sebelum memasuki rumah anda harus melepaskan sepatu anda. Ruang belakang rumah adalah ruang suci dimana penduduk setempat menunjukkan rasa hormat kepada nenek moyang. Kecuali secara eksplisit diundang oleh pemilik rumah, pengunjung tidak diperbolehkan untuk masuk ke areal ini di dalam rumah atau mengambil gambar.
  • Pengunjung harus menggunakan pakaian tertutup selama mereka tinggal di Gurusina (silakan lihat bagian di bawah ini pada pakaian disarankan).
  • Melakukan hubungan intim atau menunjukkan kasih sayang (misalnya berciuman) di tempat umum dan di Homestay harus dihindari.
  • Jika ingin berpartisipasi dalam upacara adat, anda harus mengenakan pakaian tradisional yang disediakan oleh pemilik homestay.
  • Pengunjung tidak boleh memberi anak-anak uang.
  • Pengunjung harus membuang sampah mereka di tempat sampah.
  • Pengunjung harus bersikap tenang saat berjalan melalui desa setelah jam 9.
  • Pengunjung harus selalu bersikap ramah dan terbuka terhadap penduduk setempat dan menghormati tradisi setempat.

ninaHomestay Gurusina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


dua − = 1